Gerakan Pangan Murah di Mempawah Diserbu Warga, Paket Sembako Rp120 Ribu Cukup Ditebus Rp50 Ribu!
![]() |
| Gubernur Kalbar Ria Norsan bersama Bupati Mempawah Erlina saat meninjau Gerakan Pangan Murah di Halaman Masjid Al-Falah Mempawah. Foto Diskominfo Mempawah |
JURNAL GALAHERANG - Ribuan warga memadati halaman Masjid Agung Al Falah Mempawah sejak Minggu pagi, 1 Maret 2026, untuk mengikuti kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM).
Antrean warga terlihat mengular sejak pukul 07.00 WIB, mencerminkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap bahan pangan dengan harga terjangkau.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Mempawah ini menyediakan sekitar 2.000 paket pangan bersubsidi.
Melalui program tersebut, masyarakat dapat menebus satu paket kebutuhan pokok dengan harga Rp50.000, jauh di bawah harga pasar yang mencapai sekitar Rp120.000.
Paket tersebut berisi 5 kg beras, 1 kg gula pasir, dan 1 liter minyak goreng yang menjadi komoditas utama konsumsi rumah tangga.
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan, menyampaikan bahwa Gerakan Pangan Murah ini merupakan langkah strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan di tingkat konsumen.
"Tujuan utama GPM ini adalah memastikan pasokan pangan tersedia dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat. Kita ingin mengendalikan inflasi daerah, terutama dalam menyambut Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Puasa Ramadhan 1447 H. Pemerintah hadir untuk meringankan beban ekonomi warga," ujar Ria Norsan.
Bupati Mempawah Erlina, yang hadir di lokasi, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat atas program pangan murah di Kabupaten Mempawah.
"Kami sangat berterima kasih kepada Pemprov Kalbar atas perhatiannya kepada masyarakat Mempawah. Antusiasme warga hari ini luar biasa," ungkap dia.
Erlina berharap program seperti ini dapat terus berkelanjutan karena sangat membantu daya beli masyarakat, khususnya bagi mereka yang kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.
Meski antrean mengular, pelaksanaan GPM di halaman Masjid Agung Al Falah berjalan tertib. Warga mengaku sangat terbantu dengan adanya potongan harga lebih dari 50 persen ini.
Salah satu warga menyebutkan bahwa selisih harga tersebut sangat berarti untuk keperluan dapur lainnya di tengah kenaikan harga sejumlah komoditas jelang bulan suci Ramadan.
Penulis : Apri

Posting Komentar