Banyak yang Tanya Soal Umrah Imbas Konflik di Timur Tengah, Ini Penjelasan Kakan Kemenhaj Mempawah

00:00
00:00
Kepala Kantor Kementerian Haji Kabupaten Mempawah, H. Mulyadi Arla. 

JURNAL GALAHERANG - Menyikapi dinamika keamanan di kawasan Timur Tengah, Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia memastikan perlindungan jamaah umrah tetap menjadi prioritas, termasuk bagi jamaah asal Kabupaten Mempawah.

Hingga Minggu, 1 Maret 2026, belum ditemukan laporan jamaah umrah asal Kabupaten Mempawah yang tertahan di Arab Saudi maupun gagal berangkat akibat penyesuaian operasional penerbangan internasional imbas eskalasi konflik di kawasan tersebut.

Kepala Kantor Kementerian Haji (Kakan Kemenhaj) Kabupaten Mempawah, H. Mulyadi Arla, menegaskan pihaknya terus memantau perkembangan situasi serta berkoordinasi dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) di wilayah Mempawah.

“Sampai hari ini belum ada laporan travel umrah di Mempawah yang jamaahnya tertahan di Arab Saudi atau gagal berangkat karena dampak konflik di Timur Tengah. Kondisi jamaah masih aman dan terpantau,” ujar Mulyadi Arla, Minggu, 1 Maret 2026.

Meski belum berdampak langsung di daerah, pemerintah pusat telah mengeluarkan imbauan resmi tertanggal 28 Februari 2026 terkait penyesuaian operasional penerbangan internasional. 

Dalam imbauan tersebut disebutkan, sejumlah penerbangan dari dan menuju Arab Saudi berpotensi mengalami penjadwalan ulang (reschedule), penundaan (delay), hingga pembatalan sebagai langkah antisipatif terhadap dinamika keamanan regional.

“Sesuai arahan pusat, kami mengimbau jamaah agar rutin mengecek status penerbangan sebelum menuju bandara, supaya tidak terjadi penumpukan penumpang maupun kebingungan di lokasi,” tambahnya.

Imbauan Pemerintah untuk Jamaah dan Keluarga

Mulyadi Arla mengutip imbauan resmi dari Kementerian Haji dan Umrah yang menekankan beberapa langkah penting bagi jamaah dan keluarga di tanah air.

Pertama, jamaah yang berada di Arab Saudi diminta tetap tenang dan tidak panik, serta mengikuti arahan resmi dari maskapai, PPIU, dan otoritas setempat.

Kedua, pemerintah melalui Kemenhaj bersama Perwakilan RI di Arab Saudi terus melakukan koordinasi intensif dengan otoritas setempat guna menjamin keselamatan jamaah.

Ketiga, PPIU diinstruksikan menjaga komunikasi aktif dengan Kantor Urusan Haji (KUH), Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Jeddah, serta Kedutaan Besar Republik Indonesia di Riyadh.

Keempat, keluarga jamaah di tanah air diimbau tetap tenang dan hanya mempercayai informasi resmi dari PPIU masing-masing.

Kelima, pemerintah menegaskan komitmennya memberikan perlindungan maksimal dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan dan kenyamanan jamaah.

Kemenhaj Mempawah Buka Layanan Aduan

Kakan Kemenhaj Mempawah memastikan pihaknya membuka layanan aduan bagi masyarakat yang membutuhkan informasi atau mengalami kendala terkait keberangkatan maupun kepulangan jamaah umrah asal Mempawah.

“Kami membuka ruang komunikasi seluas-luasnya. Jika ada kendala atau informasi terkait jamaah umrah asal Mempawah, silakan segera melapor ke Kantor Kemenhaj agar bisa segera kami tindak lanjuti,” tegasnya.

Sebagai rujukan informasi resmi, masyarakat juga diimbau memantau perkembangan melalui kanal pemerintah, termasuk situs haji.go.id dan akun media sosial resmi Kementerian Haji dan Umrah RI yaitu @kemenhaj.ri dan @kemenhaj_ri.

Penulis : Apri

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Banyak yang Tanya Soal Umrah Imbas Konflik di Timur Tengah, Ini Penjelasan Kakan Kemenhaj Mempawah
  • Banyak yang Tanya Soal Umrah Imbas Konflik di Timur Tengah, Ini Penjelasan Kakan Kemenhaj Mempawah
  • Banyak yang Tanya Soal Umrah Imbas Konflik di Timur Tengah, Ini Penjelasan Kakan Kemenhaj Mempawah
  • Banyak yang Tanya Soal Umrah Imbas Konflik di Timur Tengah, Ini Penjelasan Kakan Kemenhaj Mempawah
  • Banyak yang Tanya Soal Umrah Imbas Konflik di Timur Tengah, Ini Penjelasan Kakan Kemenhaj Mempawah
  • Banyak yang Tanya Soal Umrah Imbas Konflik di Timur Tengah, Ini Penjelasan Kakan Kemenhaj Mempawah

Posting Komentar