PT Askrindo Perkuat Kapasitas SDM Melalui Rangkaian Pelatihan Program Ekowisata Mangrove Mempawah
![]() |
| Pelatihan manajemen ekowisata dan administrasi kelembagaan yang digelar PT Askrindo melalui program TJSL bekerjasama dengan Pemkab Mempawah dan Pemerintah Desa Sengkubang. Foto Istimewa |
JURNAL GALAHERANG - PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong pengembangan ekowisata berbasis masyarakat di Kabupaten Mempawah.
Upaya ini dilakukan melalui pendekatan terintegrasi yang tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) serta kelembagaan lokal.
Komitmen tersebut diwujudkan lewat rangkaian pelatihan peningkatan kapasitas masyarakat dalam Program Ekowisata Mangrove Desa Sengkubang.
Kegiatan dilaksanakan secara bertahap, dimulai pada 29 Januari 2026 dengan pelatihan penguatan mindset dan mental model ekowisata.
Selanjutnya, pada 10 Februari 2026 digelar pelatihan manajemen ekowisata dan administrasi kelembagaan, hingga ditutup pada 9 April 2026 melalui pelatihan digital marketing dan promosi wisata.
Sebanyak 30 peserta yang terdiri dari Kelompok Masyarakat (POKMAS) PELESIR, perangkat desa, serta masyarakat setempat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan tersebut.
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dalam pengelolaan ekowisata berkelanjutan, memperkuat tata kelola kelembagaan, serta meningkatkan kemampuan promosi wisata dan produk lokal melalui media digital.
Division Head Corporate Secretary PT Askrindo, Syafruddin, menyampaikan program di Mempawah dirancang sebagai model pengembangan ekowisata berkelanjutan yang berbasis potensi lokal.
“Askrindo hadir tidak hanya memberikan bantuan fisik, tetapi juga memastikan masyarakat memiliki mindset, kapasitas, dan keterampilan yang memadai. Pendampingan ini diharapkan mampu menciptakan ekowisata yang mandiri, berdaya saing, serta memberikan dampak ekonomi dan lingkungan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Lebih dari itu, program ini juga diarahkan untuk menciptakan multiplier effect bagi perekonomian desa.
Hal tersebut diwujudkan melalui penguatan UMKM lokal, penciptaan lapangan kerja berbasis wisata, serta peningkatan daya tarik destinasi mangrove sebagai potensi unggulan Kabupaten Mempawah.
Pendekatan berkelanjutan yang dilakukan Askrindo diharapkan dapat menjadi model yang dapat direplikasi dalam pengembangan ekowisata pesisir di wilayah lain.
Kepala Desa Sengkubang Alfian turut mengapresiasi dukungan tersebut dan menilai program ini memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan pengetahuan serta keterampilan masyarakat.
Dukungan serupa juga disampaikan oleh dinas terkait yang menekankan pentingnya kolaborasi multipihak dalam pengembangan ekowisata berbasis potensi lokal.
Ketua POKMAS PELESIR Suhaimi menyebutkan rangkaian pelatihan ini membantu masyarakat memahami pentingnya menjaga keseimbangan antara pelestarian ekosistem mangrove dan peningkatan ekonomi desa.
Program Ekowisata Mangrove Desa Sengkubang sendiri sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam aspek pelestarian lingkungan pesisir, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta penguatan kemitraan.
Melalui program ini, PT Askrindo kembali menegaskan perannya sebagai mitra strategis dalam mendorong pengembangan ekowisata mangrove di Kabupaten Mempawah yang berkelanjutan, sekaligus memberikan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan yang nyata bagi masyarakat. (Rilis)

Posting Komentar