HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Polres Mempawah Bersama Instansi Terkait Ikuti Panen Raya Jagung Nasional via Daring

Zoom Meeting dan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal I Tahun 2026 yang digelar secara nasional, bertempat di Ruang Rupatama Polres Mempawah. Foto Humas Polres Mempawah

JURNAL GALAHERANG - Polres Mempawah mengikuti kegiatan Zoom Meeting dan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal I Tahun 2026 yang digelar secara nasional, Kamis, 8 Januari 2025, bertempat di Ruang Rupatama Polres Mempawah. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Polri dalam mendukung program Swasembada Pangan Nasional, khususnya komoditas jagung.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kapolres Mempawah AKBP Jonathan David Harianthono, bersama Dandim 1201/Mempawah Letkol Czi Ali Isnaini, serta perwakilan Pemerintah Kabupaten Mempawah, instansi terkait, dan unsur Forkopimda. 

Hadir pula Kepala BPS Kabupaten Mempawah, Dinas Pertanian, perwakilan Bulog Kalbar, camat, unsur TNI-Polri, hingga perwakilan koperasi pertanian.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, doa bersama, penampilan tarian panen jagung, hingga pemutaran video selayang pandang ketahanan pangan Polri. 

Acara dilanjutkan dengan laporan Asisten Kapolri Bidang SDM selaku Ketua Pelaksana Gugus Tugas Ketahanan Pangan Polri, dialog interaktif dengan jajaran Polda dan Polres, serta pencanangan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal I Tahun 2026 yang ditandai dengan penekanan tombol sirene dan pemukulan gong.

Baca juga : Wabup dan Kapolres Mempawah Panen Raya Jagung Serentak di Desa Benuang

Dalam sambutannya, Asisten Kapolri Bidang SDM Irjen Pol. Anwar, menegaskan program swasembada pangan, khususnya jagung, dilaksanakan secara strategis, masif, dan berkelanjutan melalui Gugus Tugas Polri. Program ini melibatkan sinergi lintas sektor mulai dari kementerian/lembaga, pemerintah daerah, kelompok tani, swasta, hingga ormas dan LSM.

Sepanjang tahun 2025, Gugus Tugas Polri telah melaksanakan penanaman jagung seluas 661.717 hektare dari potensi nasional 1.378.000 hektare. Berdasarkan data BPS Desember 2025, produksi jagung nasional meningkat 9 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan tambahan produksi lebih dari 1,36 juta ton, di mana kontribusi Polri mencapai 3,57 juta ton. 

Capaian tersebut berdampak signifikan terhadap ketahanan pangan nasional. Produksi jagung tahun 2025 dinilai telah mencukupi kebutuhan domestik, dengan stok cadangan mencapai 4,5 juta ton untuk tahun 2026. 

Atas kondisi itu, pemerintah melalui Bappenas memutuskan tidak melakukan impor jagung pada tahun 2026 serta membuka peluang ekspor, menandai Indonesia telah mencapai swasembada jagung.

Irjen Anwar juga menekankan pentingnya penguatan ekosistem pertanian jagung dari hulu hingga hilir, termasuk modernisasi alat mesin pertanian, penyediaan benih unggul, akses pupuk bersubsidi, pengelolaan pascapanen, serta optimalisasi penyerapan hasil panen oleh Bulog. 

Polri berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam menjaga swasembada jagung demi kesejahteraan petani dan stabilitas pangan nasional.

Kegiatan ini turut diakhiri dengan prosesi panen jagung simbolis, penyerahan hasil panen secara simbolis, peninjauan lapangan, foto bersama, dan ramah tamah.

Penulis : Apri