Kebakaran Hanguskan Dua Rumah Warga di Sungai Purun Kecil, Kerugian Capai Rp300 Juta
![]() |
| Kebakaran yang melanda dua unit rumah warga di Desa Sungai Purun Kecil, Sungai Pinyuh, Mempawah. Foto Istimewa |
JURNAL GALAHERANG - Dua unit rumah warga di RT 010/RW 005 Desa Sungai Purun Kecil, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, dilalap si jago merah pada Senin siang, 12 Januari 2025.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerugian material diperkirakan mencapai Rp300 juta.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 14.45 WIB dan pertama kali diketahui oleh seorang saksi bernama Febry (30), yang saat itu berada di dalam rumah milik korban kedua, Tjung Cin Min (65). Saksi melihat kepulan asap tebal berasal dari bagian belakang atau dapur rumah korban pertama, Tjung Miau Fin (60).
Saksi kemudian menghubungi pemilik rumah dan melaporkan kejadian tersebut kepada Ketua RT setempat. Warga bersama Ketua RT segera melakukan upaya pemadaman secara manual sambil menghubungi Badan Pemadam Api Sungai Pinyuh.
Sekitar pukul 15.00 WIB, dua unit mobil pemadam dari Badan Pemadam Api Sungai Pinyuh dan Pemadam Api Jaguar tiba di lokasi. Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 15.30 WIB.
Berdasarkan keterangan korban dan saksi, rumah korban pertama dalam keadaan kosong karena pemiliknya sedang bekerja menjual buah pinang. Api diduga pertama kali muncul dari rumah tersebut dan dengan cepat merambat ke rumah di sekitarnya karena jarak bangunan yang berdekatan.
Baca juga : Kebakaran Dua Rumah di Peniti Dalam I Segedong, Kerugian Ditaksir Capai Rp400 Juta
Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) sementara menunjukkan bahwa kebakaran diduga kuat disebabkan oleh korsleting listrik.
Aparat kepolisian dari Polsek Sungai Pinyuh telah melakukan pengamanan TKP, koordinasi dengan pihak pemadam kebakaran, serta pengambilan keterangan saksi-saksi.
Kapolsek Sungai Pinyuh, AKP Setyadi, membenarkan peristiwa kebakaran tersebut.
“Benar telah terjadi kebakaran yang mengakibatkan dua unit rumah warga di Desa Sungai Purun Kecil terbakar. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” ujar AKP Setyadi.
Ia menjelaskan bahwa berdasarkan hasil awal olah TKP, kebakaran diduga disebabkan oleh korsleting listrik di rumah korban pertama.
“Dugaan sementara api berasal dari konsleting listrik. Kedua rumah posisinya berdekatan sehingga api cepat merambat. Saat kejadian, rumah dalam keadaan kosong,” jelasnya.
AKP Setyadi juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, khususnya instalasi listrik di rumah.
“Kami mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa instalasi listrik dan memastikan kondisi rumah aman saat ditinggal, guna mencegah kejadian serupa,” pungkasnya.
Penulis : Apri
