DinkesPPKB Mempawah Imbau Warga Tetap Waspada dan Jaga Kebersihan di Tengah Kenaikan Kasus Penyakit
![]() |
| Ilustrasi tiga penyakit menular yang mesti diwaspadai. Foto Ai |
JURNAL GALAHERANG - Kabupaten Mempawah tengah menghadapi peningkatan signifikan kasus penyakit menular dalam beberapa minggu terakhir.
Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DinkesPPKB) Mempawah mencatat tiga penyakit yang mendominasi, yakni Demam Berdarah Dengue (DBD), campak, dan diare.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Diskes PPKB Mempawah, dr. David Sianipar, menegaskan bahwa tren kenaikan kasus ini harus menjadi perhatian serius agar tidak berkembang menjadi kejadian luar biasa (KLB).
“Beberapa minggu terakhir ini kasus yang agak tinggi itu demam berdarah, campak, dan diare,” jelasnya.
Terkait DBD, dr. David mengungkapkan bahwa data terbaru menunjukkan adanya ratusan kasus suspek yang sudah ditangani fasilitas kesehatan.
“Demam berdarah itu data terakhir kita kasus suspeknya ada 318 kasus. Meski demikian semua mendapat perawatan dan belum ada kasus yang meninggal dunia,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa pengendalian DBD sepenuhnya bergantung pada peran aktif masyarakat dalam pemberantasan sarang nyamuk (PSN).
“Demam berdarah ini penyebarannya melalui nyamuk. Apa yang kita lakukan adalah memberantas sarang nyamuk. Ini harus ramai-ramai dilakukan, tidak bisa sendiri-sendiri. Tidak bisa hanya satu rumah saja yang dibersihkan, sementara tetangganya tidak,” tegasnya.
dr. David juga mengimbau masyarakat untuk rutin menjaga kebersihan lingkungan serta menghilangkan berbagai potensi genangan air yang dapat menjadi tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti.
“Bersama-sama kita memberantas sarang nyamuk, seperti membersihkan air tergenang. Untuk bak penampungan air boleh ditambah abate dan bisa diminta ke Puskesmas. Botol-botol berserakan bisa ditanam atau dibersihkan agar sarang nyamuk tidak berkembang,” tambahnya.
Penulis : Apri
